Seluas Samudra
Seluas Samudra
Pastikan hanya aku milikmu
Dan kamu milikku
Sepenuhnya
Seutuhnya
Topan membaca puisi itu berulang kali. Puisi itu dari perempuan bernama Katya. Perempuan yang masih ia cintai. Dahulunya Katya sangat mencintainya, ia hafal benar kalimat-kalimat manja Katya yang mencerminkan cinta tulus Katya untuknya. Ia tahu betul Katya orang yang puitis yang membahasakan perasaannya dengan kalimat-kalimat indah penuh romansa.
“Jadi kapan sayang kamu akan menikahi aku”
“Jangan kelamaan ya”
“Nanti anak kita berapa?”
Semua seolah keluar dari gudang ingatan Topan. Katya ditinggal Topan selama setahun untuk mendapatkan pekerjaan pikirnya agar secepatnya menikahi Katya. Tak diduga, justru niatnya berbuah sendu. Ketika di tengah perjuangannya mengais rejeki di negeri orang, Katya justru memutuskan hubungan dengannya. Hubungan yang hampir menginjak tahun ke empat. Dimana komitmen telah dikumandangkan dan mimpi telah dijelma langkah-langkah konkret.
Alasan yang diungkapkan Katya banyak. Sayangnya, Topan tak bisa mengerti. Mengapa jadi rumit? Selama ini hubungan antara mereka harmonis dan baik-baik saja. Topan yang selalu memberinya perhatian, komunikasi yang tak terputus, dan selalu menghabiskan waktu bersama seolah menjadi debu yang terbang begitu saja. Kemana Katya yang dulu? Gadis mungil penuh cinta untuknya.
Sederet alasan Katya ungkapkan disela derai air mata yang terus mengucur di dua mata indahnya. Hatinya remuk. Terlebih hati Topan. Untuk apa aku jauh mencari nafkah bila mutiara hatiku, Katya lepas dari genggaman. Aku menyesali kepergianku dan menyesali terlepasnya Katya dari hatiku. Putus. Adalah kata terakhir di pertemuan Topan dengannya sore itu. Sampai akhirnya sebuah alasan baru lagi yang Katya katakan,
“Ada hati lain, Topan. Dia mengisi kekosongan diriku dari hubungan kita yang pernah ada”
“Tidak ada yang salah denganmu. Aku hanya ingin kamu bisa mengikhlaskan atas sebuah pilihanku”
“Tapi ini bukan tentang dia. Ini murni tentang aku dan kamu” katanya lagi.
***
Katya sudah memiliki pilihan baru. Mereka serius. Topan tahu itu. Tapi ia tak peduli dan tetap membuat hatinya masih menyebut Katya.
Terimakasih untuk semua yang kamu beri,
Kamu matahariku, dan akan selalu begitu
Kembali Topan membaca surat yang pernah Katya kirim ketika jauh dulu. Di akhir suratnya ia selalu membubuhkan kalimat puitis yang melenakan. Topan pun kembali mengingat kejutan-kejutan yang pernah Katya beri untuknya. Memberikan kue tart ke kos ketika ulang tahun, mengajaknya membolos kuliah ke bioskop hanya untuk merayakan jadian, atau memberikan bekal makan siang buatannya. Semua-semua tentang Katya begitu indah. Dia perempuan yang cantik, lembut, menarik dan bisa membuat siapa saja menjadi senang padanya.
“Aku bete nih IPK jeblok. Orang rumah gak care. Tidak ada duit. Casting gagal mulu nih”
Bahkan semua masalah tentang Katya sangat dihafal Topan. Katya memang tidak pernah menyembunyikan apapun. Kabar sedih senang ia selalu bercerita. Ia sudah begitu nyaman untuk bercerita apapun kepada Topan. Jadi bila sampai sebuah detik setelah Katya memutuskan hubungan Topan masih saja mengontaknya itu hanya karena Topan tak bisa lepas. Hati Topan untuk Katya, jaga-jaga siapa tahu Katya ingin kembali. Dua tangan selalu siap ia rentangkan untuk Katya.
“Aku menunggu seseorang” jawabnya waktu itu. Itu bukan kali pertama Katya berkata itu. Rasanya tetap sama, hancur. Tapi Topan sudah berjanji untuk berbesar hati menerima kenyataan.untuk tidak menyalahkan sejarah bila sudah jalannya begitu. Bagi Topan, Katya terlepas, adalah haknya menemukan hati yang lebih sesuai dengan dirinya.
“Aku bukan mencari yang terbaik. Dia sama sekali tidak lebih baik dengan kamu. Tapi entahlah aku jatuh cintanya, dan banyak hal yang berubah didiri aku kearah lebih baik” ketika Topan tanya apakah prianya saat ini lebih baik dari Topan atau tidak. Lalu kenapa Katya?? Kembali Topan tak pernah percaya kenyataan ini menimpa padanya.
Topan patah hati bukan kali pertama ini. Tapi dengan Katya sungguh terasa begitu dalam. Mungkin Topan terlalu mengharapnya. Ya, mungkin saja. Karena cincin 22 karat untuknya kini menjadi saksi betapa Topan begitu mengharapkannya. Mengharap ia yang terakhir, ia menjadi ibu anak-anak, teman sisa hidup…semua-semua yang pernah ada pada lirik lagu cinta band Indonesia adalah semua harapan yang tercurah untuk Katya.
“Kenapa nak kamu putus?”
Ah, ibu. Bahkan ibu Topan juga berharap dengan Katya.
Katya punya jawaban. Topan tahu itu. Tapi Katya sembunyikan semuanya dengan membeberkan sederet alasan. Topan ingin marah. Topan kecewa. Itu adalah pasti.
Tapi? Katya tak bisa berubah.
Kau membuat sebuah keindahan
Dan sempurna dari sebelumnya
Pelengkap dari yang pernah ada
Ia bukan Katya yang manis dahulu. Ia membatasi interaksi Topan dengannya. Bila terlalu sering Topan menghubunginya tak sungkan ia marah. Ia juga selalu berulangkali menegaskan ia sudah memiliki kekasih dan minta Topan menghargai statusnya itu. Ah Katya mengapa begitu menyakitkan.
***
Topan menikmati obrolan dengannya pagi hari tadi. Katanya dia akan ada tes pekerjaan. Dia bertanya pakaian mana yang sesuai untuknya. Dia juga menceritakan harapannya untuk diterima di perusahaan asing. Kemudian mimpi yang belum ia capai.
Sampai suatu pembicaraan tentang pernikahan. Tiba-tiaba Katya menangis. Kenapa Katya?
“Aku sedang dalam ketidakpastian”
Katya sedang jatuh cinta dengan seseorang. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa dengan cintanya. Sedang ia tak bisa begitu saja kembali kepada Topan.
“Aku sudah ada komitmen”
“Makasih ya kamu masih sayang aku. Aku minta maaf kalau kita sudah tidak seperti dulu” setelah Topan memberinya nasehat agar Katya lebih bersabar.
Ah, mengapa ia mempertahankan pria yang membuatnya gundah gulana. Seandaninya aku bisa, Katya beri aku kesempatan.
“Kamu jangan sering-sering nelpon ya. Kamu kan tahu aku masih setia sama dia” Katya mengulang kalimat yang pernah ia ucapkan seperti sebelumnya.
Ah Katya mengapa itu dulu tidak kamu lakukan untuk aku? Sekali lagi aku menggigit bibirku. Kelu di hati.
“Pernikahan itu masih wacana semuanya masih belum jelas” berita bahwa Katya akan menikah ditepisnya begitu saja.
“Tentang presentase kemungkinan itu..entahlah. Gak usah aku kasih tahu. Aku memang sedang bimbang. Antara dia dan kamu. Tapi ah….tidak tahulah…Kalau kamu sudah punya calon ya kamu bilang ya ke aku”
Katya, apa itu bentuk harapan untukku?
Sudah dipastikan Topan sejak awal, Katya masih ada rasa untuknya. Topan sadar itu. Hanya..hmmm mungkin tidak banyak. Tapi kenangan tentang masa lalu tidak begitu saja Katya lupakan. Topan tahu itu. Betul kan Katya?
Sekarang Katya sudah tenar. Itu adalah mimpinya. Topan paham sekali bagaimana perjuangan Katya untuk menembus casting yang panjang dan memakan semua energinya. Dulu Topan yang sering mengantar Katya ikut casting. Ia juga yang selalu menyemangatinya agar Katya tak berputus asa. Demi mimpinya itu bahkan pekerjaan yang dulu diidamkan bekerja di perusahaan asing tiba-tiba ia tiup begitu saja tergantikan tawaran baru yang lebih menggiurkan untuk menggapai mimpi lamanya. Meski di pekerjaan lamanya ia sudah menjadi anak emas.
Mungkin begitu juga cara pandangnya ketika ia memilih memutuskan hati Topan. Ia lebih mengejar mimpi untuk cintanya, yang tak bisa didapatnya dari diri Topan..
Topan senang melihat Katya kini. Topan ingat dulu,
“Catat ya Topan, Katya yang ada didepanmu ini suatu saat menjadi orang terkenal. Catat itu baik-baik” katanya sambil berputara riang dan merentangkan kedua tangannya seolah mimpi itu akan memeluk dan menghinggapi hidupnya.
***
“Pan, kamu gak maju sekarang?” seseorang membuyarkan lamunan Topan.
Lama tak bertukar kabar demi menghapus jejak Katya, kemarin Topan menerima undangan pernikahan Katya. Kini dengan hati terseok Topan harus berdiri tegak, menghadapi kenyataan yang menjadi hasil akhir perjuangannya selama ini.
Katya begitu cantik dengan gaun white pink favoritnya. Ia sumringah dan bahagia menyalami tamunya satu per satu. Didepan Topan kini, adalah pria yang memiliki Katya seutuhnya. Pria yang membuat Katya jatuh cinta dan rela menantinya. Pria terbaik untuk Katya.
Topan tidak merasa kalah dengan pria itu. Karena tiba-tiba ada perasaan lega menyelimutinya. Keikhlasan Topan melihat Katya bahagia dengan pilihannya adalah kemenangan untuk diri Topan. Topan takkan memaksa keadaan apapun untuk menarik Katya kembali.
Topan terlalu percaya ungkapan Katya dulu,
“Topan, aku yakin kamu adalah pria berhati seluas samudra”
Ya, Katya kamu benar. Kamu bisa melihat bukti itu sekarang.
“Selamat ya, atas pernikahan kalian” kata Topan terakhir kalinya berinteraksi untuk Katya dan suaminya. Dibalik rona kebahagiaannya itu, dari ekor mata Topan ia melihat mata Katya berkaca-kaca, ketika Topan usai menyalaminya.
March 7th, 2009 at 9:35 pm
1. permainan kata untuk mendeskripsikan masalah terlalu kaku dan to the point. kesan yang diterima tergesa gesa. pembaca kurang diajak menghayati masalah jadi terkesan hambar.
2. inti dari cerita mengajak pembaca untuk berpikir seperti certi dan memposisikan dirinya sebagai orang yang ada dalam cerita
3. tidak harus cerita itu ada ending tapi untuk bisa membuat penasaran p[embaca kadang kadang bisa aja cerita di bikin gantung. jadi pembaca bisa lebih antusias membaca cerita berikutnya.
4. semoga sukses buat cerita berikutnya.