Tentang Aku dan Raka

June 25th, 2007 by hettyoktaviana

 

Tentang Aku dan Raka

 

Hari ini aku merasa penat sekali. Entah
apa yang ada di pikiranku, sedang bekerja apa saraf-sarafku sekarang ini yang
kurasakan adalah kebosanan. Kebosanan mendengar materi kuliah yang sarat tugas
nan tak nyantol, kebosanan akan kesibukan yang terus memburu, belum lagi
rapat-rapat yang selalu berakhir dengan panas. Terlebih kelelahan yang terus
saja kurasakan. Tiiit…tiiit…oups smsku berbunyi..

 

From : Raka
cayank

aku sadar kl
aku egois.bnr2 n’ga bs sprt yg km inginkan n’bsamamu slalu. Mkn sdh saatnya
km…(diisi sndr)gmn?

 

Apalagi ini…Raka? Kenapa dengan Raka apa yang terjadi. Dia mikir apa
sih? Dia ngigau atau gimana??? Kulirik jam, jam 2 siang kok, dia pasti masih
dikampus so gak mungkin banget dia pake acara ngigau. Pulsa habis lagi. So, what ever deh mau ngomong apa. Cuek.
Paling juga ntar minta maaf salah nulis atau lagi buntu sama tugasnya
.

 

Aku,
Raka? Baik-baik saja tuh.
Sejauh
ini tidak ada masalah. Kutepis kecurigaanku. Aku tak mau berpikiran yang
tidak-tidak, mengingat bahwa orang yang berpikiran negatif akan tampak lebih
tua dibanding usianya. Sudahlah…aku abaikan saja sms itu. Kembali aku berkutat
dengan kesibukanku lainnya yang saat ini tengah memperbaiki proposal kegiatan
bersama temanku lainnya. Sebentar kemudian,

 

Titi..titi..tit..sms ku bunyi lagi

From : Raka cayank

Aku terlalu berbuat salah dneganmu..

 

Aduh
pa’an seeh? Ada apa…? Pliss
,
katakan ini baik-baik saja. Ya, katakan semua baik-baik saja…Tapi sebenernya sih
aku kepikiran juga. Sepertinya ada sesuatu yang tidak enak akan terjadi. Kuakui,
akhir-akhir ini aku dan Raka lagi renggang.
Apa iya semua baik-ibaik
saja Tarin? Apa iya kita tidak ada masalah?
tanyaku dalam hati mencoba meyakinkan diri. Memang
sih kita renggang, tapi itu karena kesibukan masing-masing dan itu adalah hal
yang wajar. Yang jelas hubunganku dengan Raka tak lagi sehangat dan segencar
dulu. Bahkan sempat pula suatu waktu aku mempertanyakan tentang kelanjutan hubungan
ini saking terasa hambarnya hubungan ini. Masihkah atau…

Didukung
sms yang tidak ada latarnya, membuatku makin penasaran. Akhirnya kurogoh juga
uangku untuk membeli pulsa yang sebenarnya tak kuanggarkan untuk bulan ini. Disaat
seperti ini tidak ada harapan lain kecuali untuk meng-clear-kan semuanya.
Sesuatu yang berat untukku..

 

Kamu kenapa?ada apa? sent

 

From : Raka cayank

Aku lagi mikirin hubungan kita

 

Tapi aku sayang kamu
banget. Kamu maunya gimana. sent

 

From : Raka cayank

semua terserah kamu

 

terserah kamu juga. Aku ingin terus.aku
Cuma ingin ketegasan. Sent

 

From : Raka cayank

Ya udah…terus

 

Maksudnya?? sent

 

Jujur,
aku tak tahu apa maksudnya. Aku hanya bisa membaca perlahan-lahan mencoba
mencari makna yang ia kirim via sms itu. Selanjutnya sms terakhirku tidak
dibalas olehnya. Aku semakin bingung dibuatnya. Mungkin butuh waktu untuk
berpikir-pikir lagi, dan merenung untukku juga Raka. Berharap esok adalah hasil
pemikiran yang matang kita berdua. ”Bahwa apapun badai itu kita pasti bisa melaluinya.
Karena kita team yang tangguh” kataku
dengan optimis.

 

Esoknya, di satu sore yang cerah mendadak mendung
tatkala menerima sms dari Raka (lagi).

 

From : Raka cayank

semua sudah jelas.terimakasih untuk
pujian dan kritikan.thx for everything.aku gak nyanka dan ga pgn bgt.maafin aku
ya

 

Gemuruh
didadaku membuncah dan berpetir-petir ingin keluar. Belum lagi lelehan air mata
yang tiba-tiba panas. Aku tidak menyangka bahwa pemikiran yang mantap darinya adalah
ia memutuskan hubungan ini. Tapi kenapa?Sekali lagi kenapa? Hp yang kupegang
ingin kulempar.
Semua
persendianku bergetar tak teratur. Di saat ini..disaat aku butuh teman,
pegangan, dan tempat berbagi.
Raka, why?Sungguh tak adil.Ini tak boleh
terjadi…

Dengan segala kekuatan yang tersisa
kuberanikan diri ke kosnya…entah punya kekuatan apa atau aku sedang di uji nyali oleh kru tv atau apalah, nyatanya
kakiku ikut gemetaran menanti kata selanjutnya yang akan ia ucapkan untukku. Semua
letupan emosiku membuncah. Tepat di depan pintu kmarnya aku mulai mengetuknya.
(ah apakah kos ini akan jadi museum untukku? Akankah menjadi saksi bisu
kemesraan aku dengannya). Belum…aku masih
ingin menikmati Susana kosnya yang asri. Penuh hijau dan warna warni bunga
taman. Koleksi kaktus Raka…dan

Pintu terbuka…disitu ada Raka.

Raka
dan aku terdiam, dingin, membujur kaku..Tanpa basa basi aku langsung pada pokok
masalah..

”Maksud sms kamu apa?”

“Bagiku semuanya sudah jelas”

”Mau kamu gimana? Dua opsi. Putus atau
lanjut?”yang terpikirkan olehku, betapa aku ingin memeluk dia bila hubungan ini
lanjut….

“Kita selesai aja. Kita bisa temenan”

 

 Runtuh semua. Aku tak mampu bicara. Tak ada yang perlu kukatakan lagi padanya,
tuntas sudah.
Terjawab!!! Usai!!!
Aku hanya berlari dengan sisa kekuatan yang ada. Betapa oh betapa..teganya
Raka. Tidak ada masalah atau insiden apapun sebelumnya. Jarak yang terputus karena
liburan adalah hal biasa, dan bukan hal yang mendasar. Terlebih karena
kesibukan kuliah bukanlah alasan kuat. Konyol. Pendekatan tiga bulan usai dalam
hitungan menit. Aku bisa apa? Raka, apa
yang terjadi? Semudah itukah?

 Dua, tiga hari setelah kejadian itu aku terus
menangis.
Berat untukku.
Betapa kuingin mendengar kalimat tersebut dicabut. Betapa kuharap ini sekedar
mimpi. Sia-sia, semua riil dan itulah
yang kini kuhadapi. Rasanya aku ingin tenggelam dan ditelan bumi saja.
Sederhana. Mungkin ini rasanya patah hati. Tercabik-cabik, luluh lantak tak
berdaya…ah aku ngomong apa sih kayak di novel-novel saja…namun yang pasti aku
benar-benar dalam lautan tangisan dan genangan duka. Hiperbolis tapi itulah
yang kini kurasakan benar…

***

Aku
masih dalam selimut duka. Duka yang mendalam yang harusnya hari ini aku
mengibarkan bendera setengah tiang. Hari ini aku ada kegiatan di kampus membuat
buletin. Mau deadline kata Bu Ang, jadi kugunakan waktu Sabtu Minggu untuk menggarapnya
di kampus. Lumayan, dengan sibuk ini aku sedikit melupakan Raka. Setelah
sekitar lima jam-an di depan komputer, aku baru sadar di ruang editor ini ternyata
hanya ada aku seorang. Sedang teman lainnya ke ruangan sebelah.

Merasa sepi dan takut sendirian, aku menyalakan. Winamp.

….Ada band mengalun.., tembang kenangan aku dan
raka.

Berganti dengan lagu ari lasso yang ”hampa”seolah
menggambarkan suasana hatiku saat ini. Mata ini pun akhirnya meleleh lagi.
Diam-diam aku kembali menangis. Kenapa ruangan ini menjadi sunyi. Aku jadi
menyesali kenapa temanku lainnya tidak berada di sebelahku saat ini agar aku
tak kembali merasa sendiri seperti ini.

 

Aku mengerjakan buletin sampai malam yang mengharuskanku
menginap di kampus. Kulihat hp-ku. Tak seoramng pun sms. Lelah, aku pun tidur
di ruangan buletin. Tiba-tiba aku terbangun demi gaduhnya musik jurusan
sebelah. Dasar jurusan hedon, tiap malam minggu tidak jauh-jauh dengan namanya
musik dan bazar.
Kulihat lagi
hp-ku, sekarang sudah mati, baterenya habis. Kasihan dia. Tergolek tak berdaya.
Kalau dulu aku selalu balik ke kos kalau lupa membawa hp karena takut Raka akan
menelpon atau mengsms, sekarang tidak lagi. Membawa atau tidak, tidak
signifikan mempengaruhi hidupku. Memangnya siapa yang akan menghubungiku kecuali
teman kampus yang hanya mengingatkan tugas dan rapat? Jomblo abislah ceritanya.
Dan itu membuatku semakin merasa kehilangan Raka.

Aku
keluar melihat acara musik jurusan itu.
Lumayan menghibur ditengah kepenatan otakku. Refreshing sebentar tidak salah
kan? Beberapa menit berikutnya aku masuk ruangan lagi.
Refreshingnya sudah cukup. Iseng-iseng aku mencoba
menyalakan hp. Bener-bener iseng, motivasinya. Tililit…suara batere
meronta-ronta…

Tak kuduga tiba-tiba ada sms masuk

 

From: Raka

Rin, aku menunggu kmu dibawah ruangan
buletinmu.tpatnya di selasar jurusan X. Ada yg pgn ak bcarain.

 

Aku melihat jamnya, jam 8 malam. Sekarang? Hah,
sudah jam 10 …Ah, Raka…maafin aku. Raka, seandainya kamu tahu aku ingin
sekali bertemu denganmu. I miss u soo..Kemudian aku membalas smsnya

 

Ka, maaf baru buka.masih mau ketemu gak?
Ak msh d ruang bultin, d kmps. sent

 

Sudah kuduga, smsku tidak dibalas.

 Hatiku pasca putusku dengan Raka kembali
menjadi haru biru. Ternyata sakit ya putus itu??? Walaupun aku berbesar hati
dengan memberikan kebebasan atas kelanjutan hubungan ini, tapi ternyata aku tak
bisa berbesar hati menerima keputusan ini semudah teorinya.

 

”Tarin, kenapa sih kalian bisa putus?”seorang
teman bertanya padaku.

”Aku gak tahu”

”Kok?”

”Aku gak nanya. Untuk apa toh ga da artinya lagi,
kan tetep aja dia mau putus sama aku”

”Kamu sih gak mau memperjuangkannya. Setidaknya
bila kamu ada salah, kamu kan bisa minta kesempatan untuk memperbaiki”

”Aku rasa kita tidak ada masalah, Sungguh…”

 

Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bertanya ke
Raka, sekaligus menilai apakah Raka pantas untuk kulupakan sebagai kenangan
indah atau justru buruk. Begitulah pesan sahabtku itu. Dan kupikir, ada
benarnya. Apakah sekarang belum telambat??

 

Hari berikutnya aku menghubungi Raka, sekdar tak
ingin pasrah dengan keadaan.

”ka, aku mau ngomong
sama kmu. Ktemu di taman kampus tar sore jam 4 ya”sent

 

Aku menunggunya. Tak lama kemudian Raka menyusul. Sejenak
kami terdiam, merasakan keterasingan antara kami sekaligus menghargai jeda yang
tercipta.

”Hai ka pa kabar?”kataku mengawali

”Baik”

”Maaf ya Ka kemaren aku gak tahu sms mu”

”Iya gak pa-pa”

”Emang ada apa Ka?”

”Mau tahu kabar kamu aja”

”…” Ah, Raka. So sweet…

 

”Ka, aku merasa berat atas perpisahan ini”aku ku
tak bisa membohongi diri dan Raka harus tahu itu. Sambil berkata begitu, aku
membuang muka untuk menghindari tatapan tajam Raka.

”Maaf Rin. Aku bisa ngerasain sedihmu tapi Rin, aku
gak bisa nerusin hubungan denganmu. Sekali lagi maaf kalau membuatmu kecewa.”

”..”

”Rin, aku juga merasa tersiksa dengan keadaan ini.
Aku juga sedih sepertimu. Percayalah. Ini adalah pilihan yang sulit. Bukan
mauku juga harus begini akhirnya”

“Lalu siapa?Kenapa Ka? Jelaskan Ka, aku gak ngerti”

”Karena keadaan Rin”

”Ka, bukankah hubungan kita selama ini baik-baik
saja?
Pun kalau ada masalah, bisa kita bicarakan
baik-baik. Gak harus maen putus begini”

“..”

“Ka?”

“Rin, aku dijodohin”katanya pelan.

Aku menggeleng tidak mengerti.

”Aku baru tahu seminggu sebelum kita putus. Aku ada darah bangsawan di daerahku sana. Sehingga tidak boleh dengan orang yang ”berbeda”denganku.
Harus berasala dari daerah yang sama.
Ya gitulah, adatnya”

”Terus, kamu mau?”

”Kata ibuku, itu adalah wujud bakti anak ke
keluarga. Aku bisa apa Rin kecuali pasrah menerima tawaran itu. Calonnya sudah
ada di daerah sana Rin. Lepas lulus nanti aku akan menikah dengannya.
Jadi kupikir, aku harus memutuskan
hubungan kita agar tidak sia-sia belaka”.

Aku berpikir sebentar. Adalah wajar ini pilihan
sulit untuk Raka.

”Aku bisa ngerti pilihanmu adalah keluarga,
dibanding aku Ka. Mungkin aku snagat kehilangan dengan putusnya kita. Tapi ya
sudahlah Ka. Makasih ya pernah menamni hari-hariku”.Raka kemudian memegang
jemariku untuk meyakinkan kalimatku terakhir.

Aku
tidak menyangka Raka akan mengalami nasib seperti itu. Masih ada ya jaman
sekarang? Aku tak habis pikir dan mencoba untuk memaklumi atas perpisahan kami.

***

Aku
baru saja jogging sore di sekitar komplek kampus. Tiba-tiba tak sengaja mataku
tertuju pada motor ninja warna hijua. Raka. Dengan keinginan tahu yang tinggi
bak detektif, aku mengamati pemandangan yang tampak dihadapanku itu. Yang
terlihat adalah Raka sedang berbincang, tertawa, ceria dengan seorang
perempuan. Gerak tubuhnya mesra, seolah bukan teman biasa. Cemburu mungkin ada.
tapi lebih pada kecewa. Dengan perasaan kalut aku menghampiri dan samar-samar
aku mendengar,

”Iya sayang tar kamu maen aja ke rumah, ortuku
baik kok”kata perempuan itu.

SAYANG??? BAH!!!

”Hai Ka!”seruku

Raka tampak kaget.

”Ini jodoh lu?”sindirku memancing ekspresinya.

Perempuan disebelahnya bingung.

”Eh Tarin. Eh iya anu..”Raka gelagapan.

”Ngomong apa sih sayang?”tanya perempuan itu lagi

”Kamu apanya Raka?”tanyaku ke perempuan yang sama.

”Pacar”

”Kapan jadiannya?”

”Kemarin”

”Bagus Ka. Baru kemaren kamu minta pengertian aku
atas putusnya kita karena kamu mau dijodohin. Ternyata nol! Dihari yang sama
kamu justru udah gandeng pacar baru” aku tak butuh komentarnya lagi. Aku
langsung berlalu saja meninggalkann mereka berdua. Aku masih mendengar jelas
ketika Raka memanggilku.  Hebatnya kali
ini, tak ada air mata.

Raka,
aku kecewa, aku sakit hati. Tapi melihat keadaan seperti ini, mungkin kamu tak
lebih seperti sampah, Ka. Kamu menghancurkan sebuah cinta yang tulus. Kamu tak
menghargai itu Ka. Kamu telah menyia-nyiakan orang yang mencintaimu dengan
segenap hatinya yang dalam.

Entah mengapa saat itu pula aku tak lagi sedih dan
merasa melankolis seperti awal putus dulu. Aku kini lebih yakin untuk mendapatkan
yang lebih baik darinya, sometimes Tak perlu menyesali lagi karena putus dengan
Raka. Justru bersyukur di usia pacaran yang masih setahun karena bila lebih
lama lagi, mungkin aku akan semakin cinta dan sukar lepas dari dirinya.
Cukuplah saja ini menjadi kenangan yang harus dikubur. Biarkan selamanya ini
menjadi cerita tentang aku dan Raka.

Tuhan Bantu Aku…

June 16th, 2007 by hettyoktaviana

Tuhan, hanya engkaulah pendengarku sejati
tentang semua masalahku
keluhku
dan tangisku

Tuhan, hanya engkaulah pelihat sejati
tentang semua gerak gerikku
tentang semua yang aku dan orang lakukan

Tuhan, mungkin aku bukan perempuan tegar
yang bisa menghadapi semua dengan tenang
dan tersenyum

Tuhan mungkin aku bukan perempuan kuat
yang bisa memaafkan kesalahan seseorang
dan melupakannya

Tapi aku adalah makhluk ciptaanmu
segala kekuranganku Kau ciptakan bukan?
Kau pasti sayang padaku kan?

Maka, bantu aku Tuhan melewati ini semua
Sungguh aku hanya ingin mengharap cintaMU saja…

MEMBENTUK KELUARGA ISLAMI

June 16th, 2007 by hettyoktaviana

Untuk membasuh dahagaku, berikut postingan yg aku dapat dari browsing. semoga bisa bermanfaat….

MEMBENTUK KELUARGA ISLAMI       

Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan,
menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari
berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan
keluarga. Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada
Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan
berbagai usaha yang sesuai dengan syari’at.

Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling
berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan
komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat
yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya:
"dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

(Ar Rum: 21)

Ya.supaya engkau cenderung dan merasa tentram
kepadanya (Alloh tidak mengatakan: ’supaya kamu tinggal bersamanya’). Ini
menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian
dalam berbagai bentuknya.

Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada
pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat
dihampiri kesempitan. Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah
kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang.
Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan
dirinya sendiri. Al Qur’an menjelaskan: "Mereka itu pakaian bagimu dan
kamu pun pakaian baginya."
(Al Baqarah: 187)

Terlebih lagi ketika mengingat apa yang
dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan
kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan
yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di

sana

komunitas yang lebih bersih dari suasana
hubungan yang mulia ini?

Jilbab Wanita Muslimah

June 16th, 2007 by hettyoktaviana

Jilbab Wanita Muslimah

0.

MediaMuslim.Info - Dewasa ini kita melihat banyak kaum muslimah yang tidak berjilbab dan apabila ada yang berjilbab bukan dengan tujuan untuk menutup aurat-aurat mereka akan tetapi dengan tujuan mengikuti mode, agar lebih anggun dan alasan lainnya. Sehingga mereka walaupun berjilbab tetapi masih memperlihatkan bentuk tubuh mereka dan mereka masih ber-tasyabbuh kepada orang kafir. Tidak hanya itu mereka menghina wanita muslimah yang mengenakan jilbab yang syar’i, dengan mengatakan itu pakaian orang kolot, pakaian orang radikal, dan mereka mengatakan jilbab (yang syar’i) adalah budaya arab yang sudah ketinggalan zaman, serta banyak lagi ejekan-ejekan yang tidak pantas keluar dari mulut seorang muslim. Hal ini karena kejahilan dan ketidak pedulian mereka untuk mencari ilmu tentang pakaian wanita muslimah yang syar’i. Untuk itu pada edisi ini kami berusaha berbagi ilmu mengenai Jilbab Wanita Muslimah yang sesuai dengan tuntunan syari’at, artikel ini bukan saja khusus untuk kaum hawa, namun para ikhwan, bapak, kakek juga berkewajiban untuk mempelajarinya dan memahami serta mengamalkannya dengan cara mengajak saudari-saudari kita yang berada dibawah tanggung jawabnya dan sekitarnya.

MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN

Syarat ini terdapat dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman.Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita…”

Juga Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya: “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.” Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.”

Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”

BUKAN SEBAGAI PERHIASAN

Ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya.

Hal ini dikuatkan oleh Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 33, yang artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.”

Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam: “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).

KAINNYA TIDAK TRANSPARAN

Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).

Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).

Ibnu Abdil Barr berkata : “Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).

Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : “Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).

HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA

Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).

Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).

TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM

Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallohu ‘alahi wa sallam: “Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanah).

Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133).

Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : “Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).

Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37 “Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan”.

TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI

Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)

Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : “Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.” Dalam lafadz lain : “Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).

Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.

TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR

Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala  dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya: “Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha… hal. 43).

Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang.

Allah berfirman : Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).“Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).

Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan.

BUKAN PAKAIAN SYUHRAH (UNTUK MENCARI POPULARITAS)

Berdasarkan hadits Ibnu Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menge nakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (Abu Daud II/172).

Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani: Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : “Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu. Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong.” wallahu ‘alam.

(Dikutip dari: Kitab Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah, Asy-Syaikh Al-Albani)

LOMBA KARYA TULIS INDOCEMENT Tingkat Nasional Tahun 2007

June 16th, 2007 by hettyoktaviana

sumber: http://blogfam.com/forum/viewtopic.php?t=9923

LOMBA KARYA TULIS INDOCEMENT Tingkat Nasional Tahun 2007

Informasi Umum

- Lomba bersifat individual dan terbuka bagi Pelajar dan Mahasiswa di seluruh Indonesia.
- Peserta lomba dikelompokkan ke dalam 2 kategori :
1. SMU dan Sederajat
2. Mahasiswa Program Diploma dan S1
Kategori ditentukan oleh status peserta pada tanggal 29 Juni 2007.
- Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berkedudukan di Indonesia selama lomba berlangsung.
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah karya tulis.
- Naskah yang diikutkan Lomba Karya Tulis ini harus orisinil, dan belum pernah dipublikasikan.
-
Naskah boleh dikirimkan via e-mail (max. 2 MB), pos atau langsung ke
alamat panitia dengan batas waktu penerimaan naskah tanggal 29 Juni
2007 pukul 17:00 WIB.
- Naskah yang masuk akan diseleksi oleh tim Juri yang ditentukan Indocement.
- Karya tulis yang menjadi pemenang 1 - 3 menjadi hak milik Panitia.
- Pemenang lomba akan dihubungi oleh Panitia dan akan diumumkan di website Indocement tanggal 20 Juli 2007.
- Keputusan Panitia adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
- Tidak dipungut biaya apapun dari peserta untuk mengikuti lomba.
- Lomba ini tertutup bagi karyawan/ti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. beserta keluarganya.

Prosedur Mengikuti Lomba

-
Peserta mendaftarkan terlebih dahulu ke panitia melalui telpon,
faximili atau e-mail dengan menyebutkan nama lengkap, asal
sekolah/perguruan tinggi, alamat rumah /sekolah/perguruan tinggi serta
nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Peserta mengirimkan naskah
dalam bahasa Indonesia dalam bentuk naskah ketikan dan/softcopy dengan
format Microsoft Word dengan melampirkan salinan identitas bukti diri
seperti: Kartu Pelajar, Kartu Tanda Mahasiswa atau surat keterangan
dari sekolah/perguruan tinggi.
- Cover naskah mencantumkan judul tulisan, nama penulis, nama sekolah/perguruan tinggi dan alamat sekolah /perguruan tinggi.
-
Naskah diketik dalam kertas A4, rapat kiri-kanan (justify) dengan
margin kiri 3,5 cm, margin atas, kanan, dan bawah masing-masing 2,5 cm
dari tepi kertas, single spaced dengan huruf Times New Roman ukuran 12
pt.
- Naskah tidak boleh lebih dari 20 lembar A4, termasuk grafik,
tabel, gambar dll jika ada, diluar cover, daftar isi, lampiran dan
daftar pustaka.

Tema Karya Tulis

"SEMEN UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK"

sub tema

"SEMEN DAN PEMBANGUNAN PEDESAAN"

"SEMEN DAN PEMBANGUNAN PERKOTAAN"

Hadiah Pemenang

Kategori SMU & Sederajat;

Juara I : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 5.000.000,-
Juara II : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 4.000.000,-
Juara III : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 3.000.000,-

Kategori Mahasiswa Program Diploma & S1;

Juara I : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 8.000.000,-
Juara II : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 6.000.000,-
Juara III : Trofi, sertifikat, souvenir dan uang tunai sebesar Rp 4.000.000,-

Kerangka waktu pelaksanaan lomba

Pendaftaran peserta : 1 Maret - 31 Mei 2007
Penyerahan naskah terakhir : 29 Juni 2007
Penetapan pemenang 1, 2 dan 3 : 20 Juli 2007
Penyerahan hadiah : 1 Agustus 2007

Informasi dan Pendaftaran

Product Development Department
Market Development Division
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Wisma Indocement, Level 17
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70 - 71
Jakarta Selatan 12910
Contact Person : Yusdi
Telp: (62 - 21) 251 2121, 252 2121 Ext. 3701/3757
Fax: (62 - 21) 251 0091
E-mail:
prodev@indocement.co.id
Website:
www.indocement.co.id

Alamat Redaksi Koran

June 14th, 2007 by hettyoktaviana

Bagi siapa saja yg berminat mengirim tulisan ke media cetak (koran/majalah), maka berikut sedikit tips dari saya:

1. Panjang tulisan antara 700 sampai 1000 kata *. cara melihat jumlah kata: MS WORD –> tools–> wordcount —> words

2. Kirim ke media via email dalam bentuk MS WORDS via attachment.

Alamat email2 media cetak sebagai berikut:

Media Nasional:
1. Republika:
sekretariat@republika.co.id
2. Kompas:
(1) opini@kompas.com
(2) opini@kompas.co.id
(3)kompas@kompas.com

3. Media Indonesia
redaksi@mediaindonesia.co.id

4. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
opinisp@suarapembaruan.com

5. Sinar Harapan
(1)redaksi@sinarharapan.co.id
(2)info@sinarharapan.co.id

6. Harian Pelita
hupelita@indo.net.id

7. Jawa Pos
(1) editor@jawapos.com
(2) editor@jawapos.co.id

8. Suara Karya
redaksi@suarakarya-online.com

9. Koran Tempo
ndewanto@mail.tempo.co.id

10. Majalah Tempo
hidayat@mail.tempo.co.id

Media Daerah Sumatera

1. Waspada (Medan)

(1) redaksi@waspada.co.id

(2) waspada@waspada.co.id

2. SIB - Suara Indonesia Baru (Medan)
redaksi@hariansib.com

3. Batam Pos
redaksi@harianbatampos.com

4. Serambi Indonesia (Aceh)
(1) redaksi@serambinews.com
(2) serambi_indonesia@yahoo.com
5. Sriwijaya Post (Palembang)
(1) sripo@persda.co.id
(2) sripo@mdp.net.id

Media Daerah Jawa

1. Pikiran Rakyat (Jawa Barat)
redaksi@pikiran-rakyat.com
info@pikiran-rakyat.com

2. Suara Merdeka (Jawa Tengah)
redaksi@suaramer.famili.com
3. Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta)
redaksi@kr.co.id

4. Koran Bernas (Yogyakarta)
koranbernas@yahoo.com

5. Harian Surya (Jawa Timur)
surya1@padinet.com

6. Harian Duta Masyarakat (Jawa Timur)
dumas@sby.centrin.net.id

7. Surabaya Post (Jawa Timur)
redaksi@surabayapost.info
admin@surabayapost.info

Media Daerah Bali

1. Bali Post
balipost@indo.net.id

Media Daerah Kalimantan
1. Banjarmasin Post
banjarmasin_post@persda.co.id
bpostmania@telkom.net
2. Pontianak Pos
redaksi@pontianakpos.co.id

Media Daerah Sulawesi

1.Harian Fajar (Makassar)
fajar@fajar.co.id

Jadi, setelah Anda selesai menulis di MS WORD sebanyak 700 - 1000 kata, maka kirimkan ke media yg dituju melalui email mereka. Sekali lagi, artikel dikirim via attachment. Dan jangan lupa tulis di subject email
sbb: "Artikel Opini: " [judul tulisan anda di sini...]

Lomba Menulis Cerita Pendek (1)

June 13th, 2007 by hettyoktaviana

Lomba Menulis Cerita Pendek
HUT Tabloid PARLE 2007

Dalam rangka ulang tahun yang kedua, Tabloid Mingguan PARLE dan Lembaga
Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) bekerjasama dengan Komite Sastra Dewan
Kesenian Jakarta (DKJ), menyelenggarakan "Lomba Menulis Cerita Pendek".

Persyaratan Umum:
-Lomba terbuka untuk wilayah Jabodetabek
-Kategori Lomba:
1. Tema "Cinta Tanah Air" untuk pelajar sampai dengan usia 19 tahun
2. Tema "Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup" untuk mahasiswa dan umum
-Lomba mulai dibuka hari ini sampai dengan 31 Juli 2007 (cap pos)

Persyaratan
Teknis:
-Naskah merupakan karya asli berbahasa Indonesia, dicetak di atas kertas
ukuran A4, satu setengah spasi, dengan huruf Times New Roman font 12 pt.
-Panjang naskah maksimal 9000 karakter (sekitar 7 halaman)
-Naskah dikirim sebanyak 4 rangkap, dalam satu amplop, ke alamat
Redaksi PARLE:
Jl.Cempaka Putih Tengah XXVIB/71A, Jakarta 11010. Atau melalui email
redaksi: <mailto:parle@indonsat. net.id> parle@indosat. net.id dan
<mailto:redaksi@tabloidparl e.com> redaksi@tabloidparl e.com
-Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
-Untuk kategorisasi usia dan tema, setiap peserta wajib melampirkan
fotokopi KTP atau Kartu Pelajar.
-Setiap kategori akan dipilih 5 pemenang dengan hadiah uang tunai,
trofi, dan sertifikat
(total 25 juta rupiah)
-Pengumuman pemenang disampaikan melalui Tabloid Mingguan PARLE edisi
103
(27 Agustus 2007), dan surat bagi para pemenang untuk hadir pada acara
penyerahan hadiah di Taman Ismail Marzuki (2 September 2007), pada Malam
Festival Seni Sastra HUT PARLE.
-Dewan juri terdiri dari (1) Yusi Avianto Pareanom (2) AS.Laksana (3)
Kurnia Effendi
-Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.

Bubur Manado

June 12th, 2007 by hettyoktaviana

Aku suka banget loh yang namanya bubur manado. biasanya kalo ke bontang suka minta dibikinin bubur manado. tapi kemaren waktu di kos udah nyoba bikin dewe, rasanya gak kalah ma buatan moms.

Buat yg juga penggemar bubur manado nih dia resepnya,
sayur:
kangkung, bayam, jagung, wortel, singkong/walo juga bisa.

bumbu:
bawang putih, garam

cara bikinnya:
beras+air diaduk sampai jadi bubur, terus masukin bahan+sayurnya satu2.

gampang bgt kan?

tambah enak skalian pake ikan asin, nonton infotainment, sama es teh. Sedep bgt dah!!!

Ketika Cinta Bisa Di Beli

June 12th, 2007 by hettyoktaviana

Ketika Cinta Bisa Di Beli

 

Cukup bombastis memang judul yang
ku post hari ini. Tapi ya, mungkin inilah yang bisa aku tulis terhadap
kejadian-kejadia di sekitarku yang kuolah dengan pemikiranku sendiri.

 

Suatu saat,

“Anak si A itu belum punya
pekerjaan, masih kuliah, tapi sudah berani menikah. Wajar soalnya keluarga
ceweknya kaya, dokter, dan sebagainya”

“Ak putus sama si B, soalnya dia
kelamaan gak dapet kerjaan.

Ada

yang mau aku, mapan, nikah deh”

“Si C yang gak punya pekerjaan
dan masih mahasiswa (juga) nikah, soalnya keluarga ceweknya menghindari dosa”

“Ak putus sama si D, soalnya
kerjaannya gak enak. Di pulau terpencil lagi”

“Ak belum menikah sama si E masih
nunggu dia selesai kuliah, dan punya pekerjaan”

“Si F msh kuliah dan belum punya
pekerjaan menikah karena gak pengen anaknya (ce) sedih/takut putus suatu saat”

 

Nah loh! Nah loh!

Salah gak sih aku bilang cinta
itu bisa dibeli? Atau, okelah…apakah status itu bisa di beli? Sarkatis ya?
Maaf!

Tunggu dulu, biar aku jabarkan…

 

Melihat berbagai kasus diatas
(riil), aku menyimpulkan: “Cinta akhirnya usai karena kepentok materi. Dan
cinta akhirnya bersatu juga karena materi”. Tentu itu bukan satu-satunya faktor
yang menyebabkan mengapa cinta usai atau bersatu. Tidak menutup mata juga,
bahwa punya kekayaan mempermudah cinta bersatu. Cukup dari orang tua, yang
entah melalui kiriman atau jabatan yang telah disediakan di perusahaannya,
semuanya pun menjadi mudah pada akhirnya dalam meminang perempuannya.

 

Bagi sebagian perempuan, adalah
sebuah syarat, bahwa laki-laki yang ingin meminangnya haruslah punya pekerjaan.
Memiliki pekerjaan ekivalen dengan memiliki sumber keuangan sendiri. Memiliki
sumber keuangan artinya dapat membiayai kelangsungan hidup pasca menikah. Untuk
masak, biaya melahirkan, biaya anak sekolah, kebutuhan rumah tangga dan
sebagainya. Belum lagi untuk beli rumah, mobil/motor, naik haji, buka usaha,
dan sebagainya. Ketika syarat dibuat (dengan berbagai tuntutan hidup diatas)
maka cinta pun menjadi taruhan. Sehingga, kita pernah mendengar kalimat-kalimat
klise seperti ini:

“Aku tak ingin menikah denganmu
bila kamu tidak punya pekerjaan”.

“Bagaimana kita bisa hidup kalau
kamu tidak punya sumber keuangan”

Nah loh! Naif mungkin. Tapi itu juga bukan hal
yang mustahil terjadi.

 

Namun ketika sebagian perempuan
lainnya, tidak mensyaratkan hal yang sama. Karena telah memiliki sumber
keuangan lainnya walaupun laki-lakinya tidak punya pekerjaan, maka bukan
penghalang mereka ke jenjang pernikahan. Karena memiliki kekayaan dan
sebagainya tanpa harus memiliki pekerjaan, lalu tak mempertaruhkan cintanya.
Bahwa cinta yang ia miliki takkan terhalang oleh apapun. Menikah bukan perkara
sulit, karena ia telah memiliki materi meski bukan dari sang laki-laki.

 

Lalu salahkah aku, menilai bahwa
cinta itu bisa dibeli? Adilkah ini? Ah, menurut saya ini tinggal tergantung
Anda-nya saja….

 

*maaf bila tulisan tak mengena, semata hanya opini. just it

 

 

 

 

My Face?

June 11th, 2007 by hettyoktaviana

 

Beberapa hari ini aku lagi
ngetawain diri sendiri. This is about my face. Yah wajahku emang biasa aja,
tapi yang bikin gak biasa dan bikin ak senyam senyum sendiri adalah orang-orang
yang masih aja nganggap aku anak sekolahan-SMA. Padahal itu udah kutinggalkan 5
tahun lalu. Antara bersyukur, GR, dan geli aja. Berikut petikan kasus yang
kutemui yang membuat aku merasakan apa yang kuungkap tadi:

 

Kasus #1

Pas lagi ikutan tour keluarga
guru-profesi ibuku, seorang temannya bertanya, kebetulan duduknya ibuku, aku
dan beliau berdekatan…

“Bu anaknya kelas berapa? sambil
melihat ke arah aku

Sambil senyum-senyum ibuku
menjawab, “Sudah lulus kuliah Bu”

“Oh ya? waduh saya kira masih
anak SMA”

 

Aku yang mendengarkan pembicaraan
itu, senyam senyum cengar cengir aja. SMA ya? alhamdulillah…

 

Kasus #2

Suatu saat aku bertanya ke
adikku,

“San Mbak Hetty tuh kayak masih
anak kecil banget ya?”, secara aku tuh anaknya masih suka ketawa cengengesan,
pakai tas selempang, gak pernah riasan make up, or something lah.

“Bukan anak kecil sih. You’re
like teenager”

Hehehehe….

 

Kasus #3

Pas lagi razia motor, pak
satpamnya nanya (disini razia di kompleks oleh satpam bukan polisi)

“Dari sekolahan ya?”tanya Pak
satpam sambil menungguku membuka jok sepeda motor , tempat STNK ku.

“Oh nggak Pak”

“Masih sekolah ?”tanyanya sambil
menerima SIM dan STNK ku.

“Oh nggak Pak. Sudah lulus”

“Lulus SMA?”

Walah Bapak iki, di SIM belum
tertulis jelas umurku atau bagaimana ya?

“Kuliah Pak”

 

Kasus # 4

Pas lagi jualan aksesoris di
stand pameran ultahnya SMANSA (SMA Negeri Satu Bontang), seorang penjual –punya
stand juga,

“Mbak ini diadakan tiap tahun
ya?”

“Wah saya nggak tahu Pak”

“Mbaknya baru ikut juga?”

“Iya Pak”

“Oh saya kira Mbaknya anak yang
bikin acara ini”

Walah.